TINGKATKAN EKONOMI RAKYAT, DPMPT BERI FASILITAS PERIZINAN PELAKU USAHA WISATA

Rabu, 7 Agustus 2019 10:20:54 - Oleh : KR

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sumedang Mengunjungi MPP

Standar Pelayanan Tolak Ukur Kualitas Pelayanan

LAKUKAN DENGAN BENAR, SEKECIL APAPUN ITU

Monitoring dan Evaluasi Kinerja Keuangan Triwulan III Tahun 2019

KESAN-KESAN PARA PEMENANG LOMBA & KUIS SAAT PENGAMBILAN HADIAH

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo jemput bola pelayanan perizinan bagi pelaku usaha di tiga objek wisata. Yakni di Bendung Kamijoro (Tuksono, Sentolo), Kalibiru (Hargowilis, Kokap) dan Hutan Mangrove (Jangkaran, Temon). Ini dalam rangka memberikan fasilitasi bagi para pelaku usaha wisata untuk meningkatkan kapasitas dalam pengembangan usaha, khususnya dari aspek legalitas usaha. Komisi 1 DPRD Kulonprogo mengapresiasi pelaksanaan jemput bola tersebut.


"Target peserta di tiga objek wisata masing-masing 50 peserta, dengan bentuk perizinan IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Sasarannya pelaku usaha perdagangan, industri mikro, warung, penginapan dan lapak-lapak di sekitar objek wisata," kata Agung Kurniawan SIP MSi Kepala DPMPT Kulonprogo saat membuka kegiatan jemput bola perizinan di aula terbuka Bendung Kamijoro Tuksono Sentolo, Selasa (06/08/2019). Selanjutnya untuk kegiatan di Kalibiru dan Hutan Mangrove akan dilaksanakan akhir bulan ini. 

 

Agung menegaskan, sasaran peserta adalah pelaku usaha dengan modal di bawah Rp 50 juta di luar tanah dan bangunan. "Selain itu, kegiatan usaha merupakan pendukung objek wisata dan tidak melanggar aturan yang berlaku, sehingga memenuhi syarat diberi legalitas usaha," ujar Agung sambil menyatakan dengan memiliki izin, maka usahanya menjadi legal untuk mengembangkan usaha, serta memudahkan akses perbankan, maupun fasilitas pemerintah lainnya.


Pelaku usaha menyambut baik kegiatan itu, terbukti pada hari tersebut berhasil diterbitkan lebih dari 90 izin yang melebihi target. Salah satu pedagang kuliner mie ayam bakso, Didik Agus Saputra warga Ngentakrejo mengaku senang karena memperoleh izin usaha. "Sekarang saya tenang berdagang, karena dulu ada pengalaman buruk ditangkap petugas karena jualan tanpa izin," ujarnya.


Kepala Bidang Pelayanan DPMPT Heri Warsito SH menjelaskan, semua izin langsung terbit di tempat, cuma membutuhkan waktu rata-rata sepuluh menit setiap izin. Menurutnya, dengan jemput bola perizinan ini masyarakat tidak mengurus izin sampai kabupaten dan tidak perlu meninggalkan kegiatan usahanya.


Sementara itu, Upiya Al Hasan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kulonprogo menyambut baik pelaksanaan jemput bola tersebut. "Demi kemajuan dan peningkatan ekonomi positif serta kesejahteraan warga sekitar lebih baik. Data juga bisa untuk perubahan Perda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (Ripparda) karena adanya bandara," kata Upiya sembari menambahkan, pelaku usaha juga lebih nyaman dan tenang menjalankan usahanya karena sudah ada izin usaha.

« Kembali | Kirim | Versi cetak