Pelabuhan Perikanan

PELABUHAN TANJUNG ADIKARTA

Pengembangan Pelabuhan Tanjung Adikarta

Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto yang terletak di Desa Karangwuni Wates Kulon Progo dengan luas kawasan 16,5 hektar dirancang menjadi pelabuhan perikanan dengan ukuran kolam labuh sekitar 200 x 300 m, daya tampung 400 kapal ikan dengan kapasitas sampai 150 GT sehingga Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto mampu memberikan pelayanan kepada 5000 nelayan. Keberadaan pelabuhan perikanan ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect munculnya kawasan minapolitan, kegiatan penangkapan ikan, munculnya industri perikanan, terbukanya lapangan pekerjaan dan kegiatan produktif lainnya.

Proyek pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Perikanan (PP) Tanjung
Adikarto yang meliputi pembangunan dan pengembangan fasilitas darat khususnya yang berupa gedung - gedung sudah lebih 80 % terbangun dan siap untuk dimanfaatkan, sedangkan sarana dan peralatan seperti peralatan bongkar muat, gudang pendingin atau pabrik Es, masih perlu dibangun dan disempurnakan lebih lanjut. Saat ini Dinas Kelautan dan Perikanan DIY masih melakukan kajian terkait Kerjasama Pemerintah Badan Usaha terhadap penyempurnaan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarta agar pelabuhan bisa beroperasi.

 Gambar Lansekap Pelabuhan Dan Site Plan Pelabuhan

Peluang investasi  dan kerjasama Pelabuhan Perikanan (PP) Tanjung Adikarto antara lain : (hasil kajian pendahuluan Propinsi DIY)

  • Penambahan panjang pemecah gelombang (breakwater)
  • Penambahan dan pemasangan fender pada dermaga bongkar muat
  • Pengembangan tempat perbaikan kapal terbangun (dock yard, slip-way)
  • Pembangunan rambu navigasi (SBNP)
  • Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN)
  • Pengerukan
  • Pembangunan Pabrik Es dan gudang pendingin (Cold Storage)
  • Penyempurnaan TPI dengan penambahan sarana yang diperlukan
  • Penyempurnaan peralatan perbengkelan
  • Pembangunan alat komunikasi
  • Pembangunan perumahan/rusunawa nelayan
  • Pembangunan Waserda untuk mendukung keperluan logistik nelayan
  • Sarana tranportasi pendukung kegiatan operasional Pelabuhan Perikanan


Hal yang paling mendesak dilakukan adalah terbangunnya pemecah gelombang (perpanjangan) sehingga Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto bisa beroperasi karena kapal perikanan sudah bisa masuk ke kolam labuh.