Komparasi Persiapan Bandara, DPMPTST Kota Kediri Studi Banding ke Kulon Progo

Kamis, 21 Desember 2017 08:43:33 - Oleh : Muh Rio Nisafa

DPMPT Kab. Kulon Progo Melaksanakan Sosialisasi Pelayanan Perizinan Jemput Bola Tahun 2018

Pemantauan dan Pengawasan Kegiatan Penanaman Modal di Kabupaten Kulon Progo

DPMPT Kab. Kulon Progo Gelar Sosialisasi Sistem Informasi Penanaman Modal dan Perizinan

DPMPT Kab. Kulon Progo Ikut Pameran APKASI Otonomi Expo 2018 di Tangerang

Proyek Bandara NYIA, Nilai Investasi di Kulonprogo melejit sebesar Rp. 4 Triliyun

Keberadaan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulom Progo tidak hanya menarik investor untuk melakukan kegiatan penanaman modal. Bandara baru tersebut juga mampu mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di sejumlah  pemerintah daerah untuk melakukan studi banding. Hal menarik untuk dipelajari antara lain menyangkut persiapan daerah dalam menghadapi pembangunan, pasar bebas dan persaingan global.

Salah satu OPD yang tertarik mempelajari New Yogyakarta International Airport (NYIA) dan keterkaitan dengan kegiatan penanaman modal di daerah antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri, Jawa Timur. .  Studi Banding ke Kulon Progo ini dilakukan  Rabu, 20 Desember 2017 dan diterima di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Kulon Progo.

Studi banding dipimpin oleh Kepala Seksi Program dan Keuangan DPMPTSP Kota Kediri, Sony Hermawan. Sonny mengungkapkan bahwa di Kediri dan Kulon Progo mempunyai kesamaan dalam hal persiapan pembangunan bandara baru. Yang membedakan New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan dibangun oleh PT Angkasa Pura I yang merupakan Badan Usaha Milik Negara; sedangkan bandara di kediri akan dibangun sepenuhnya oleh badan usaha swasta. Begitu juga dengan manajemen dan operasional bandara yang juga akan dikelola oleh pihak swasta. Bandara di Kediri tersebut akan terletak di Kabupaten Kediri, namun secara geografis tidak terlalu jauh dari Kota Kediri.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Kulon Progo, Agung Kurniawan, SIP, M.Si saat menerima studi banding menyatakan bahwa keberadaan NYIA akan menarik investasi berskala besar di sejumlah bidang, baik di bidang Air Slide, bidang Landside, bidang utilitas, industri jasa hingga pendidikan dan pelatihan. Di luar bidang tersebut, keberadaan bandara juga akan berimbas pada sektor lainnya, seperti perhotelan, perumahan dan sebagainya.

Secara kebijakan, Agung Kurniawan, SIP, M.Si menambahkan terkait keberadaan NYIA, pemerintah Kabupaten Kulon Progo  sedang melakukan kajian terhadap Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kajian ini dilakukan menyangkut kesesuaian lokasi terhadap investasi dan perizinan yang semakin meningkat. 

« Kembali | Kirim | Versi cetak