Tim Penerbit Buletin Swara Badan Pendidikan dan Pelatihan Propinsi Jawa Timur berkunjung ke DPMPT KP

Rabu, 4 April 2018 14:35:04 - Oleh : DPMPT KP

BKPM RI Melaksanakan Pengawasan Kegiatan Penanaman Modal di Kulon Progo

Perjanjian Kerjasama Antara BPJS Ketenagakerjaan Cabang DI Yogyakarta dengan DPMPT Kab. Kulon Progo

Realisasi Penanaman Modal Asing meningkat

Investasi Triwulan II-2018 Capai Rp 176 Triliun

Izin Usaha Pertambangan dan Keuangan Tak Diproses Lewat OSS

Rabu 28 Maret 2018 Tim Penerbit Buletin Swara Badan Pendidikan dan Pelatihan Propinsi Jawa Timur berkunjung ke DPMPT Kab. Kulon Progo. Dalam kunjungannya kali ini dipimpin oleh Dra. Siti Nurul Inayati,MM Kassubid pengelolaan pengajaran, sumber belajar dan tehnologi informasi bersama 2 (dua) staf bidang sertifikasi kompetensi pengajaran dan evaluasi.
Rombongan kunjungan kerja dan koordinasi tersebut diterima oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kab. Kulon Progo Agung Kurniawan, S.IP M.Si bersama Sekretaris Dinas Drs.Suwarna,M.Si dan Kepala Bidang Penanaman Modal Ir. Robi Ampera dalam rangka peliputan berita untuk penerbitan Swara Diklat Edisi I tahun 2018 di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Kulon Progo.
Peliputan berita yang dilakukan oleh tim penerbit buletin Swara Badan Pendidikan dan Pelatihan Jawa Timur kali ini difokuskan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kab. Kulon Progo sebagai penerima penghargaan Nasional terkait Pelayanan Publik.
Pelayanan Publik di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Kulon Progo memperoleh hasil nilai 78,899 dan masuk kategori baik dan menempatkan DPMPT Kab. Kulon Progo diurutan ketiga di lingkup dinas. Selain itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kab. Kulon Progo pada awal tahun 2018 juga telah berhasil meraih penghargaan dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, ringkas dan berkualitas yang diadakan dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (KemenPANRB). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PANRB Asman Abnur kepada DPMPT Kab. Kulon Progo di Jakarta Rabu 24 Januari 2018 yang lalu.


Tim Penerbit Buletin Swara Badan Pendidikan dan Pelatihan Propinsi Jawa Timur juga meliput berita tentang bedah menoreh yang kedepannya akan menjadi hal yang baru bagi Kabupaten Kulon Progo pada umumnya. Jalur Bedah Menoreh merupakan salah satu akses jalan yang menghubungkan kawasan wisata Borobudur dengan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang mulai beroperasi sekitar tahun 2019. Pembangunan jalur tersebut berada di wilayah Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPT Kab. Kulon Progo Ir. Roby Ampera mengatakan jalur Bedah Menoreh ditargetkan akan selesai pada tahun 2022. Roby menjelaskan bahwa jalur Bedah Menoreh dibangun sepanjang 65 kilometer melintas dari arah selatan ke utara. Pembangunan jalur tersebut sudah dimulai sejak tahun 2016. Sehingga, sudah ada beberapa bagian yang dapat dilintasi. Artinya beberapa bagian jalan sudah lebih bagus, lebar, dan halus. Namun, kata dia, beberapa jalanan masih dalam kondisi relatif sempit. Di Kabupaten Kulon Progo, 35 persen di antaranya merupakan pegunungan. Sementara itu, ada empat kecamatan di Kabupaten Kulon Progo yang menjadi tempat pembangunan jalur tersebut yakni Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang. Roby mengatakan pembangunan infrastruktur jalur Bedah Menoreh ini bertujuan untuk mempermudah akses wisatawan dapat berkunjung ke Candi Borobudur dari bandara baru.

Jalur Bedah Menoreh tersebut akan menyentuh desa-desa yang terdapat obyek wisata, antara lain ada Waduk Sermo, Kali Biru, Kedung Pedut, Goa Kiskendo, Sendratari Sugirwo Subali, Kebun Teh Tritis, Suroloyo, hingga Sendang Sono. "Dan kita juga akan membangun taman mininya kerajaan-kerajaan Indonesia. Namanya Taman Kerajaan Nusantara seluas 50 hektar, terinspirasi dari Kerajaan Gajah Mada yang ingin mempersatukan nusantara," ungkap Roby. Penginapan bagi wisatawan menurutnya akan tercukupkan seiring pembangunan bandara yang terus diikuti para investor yang membangun hotel di sekitarnya. Dengan adanya bandara internasional bernama New Yogyakarta International Airport (NYIA) berdiri, diharapkan kedepannya masyarakat Kulon Progo akan lebih sejahtera.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak