Pengusaha Optimistis Izin Online Terpadu Dapat Genjot Investasi

Kamis, 28 Juni 2018 09:56:40 - Oleh : Liputan 6

BKPM RI Melaksanakan Pengawasan Kegiatan Penanaman Modal di Kulon Progo

Perjanjian Kerjasama Antara BPJS Ketenagakerjaan Cabang DI Yogyakarta dengan DPMPT Kab. Kulon Progo

Realisasi Penanaman Modal Asing meningkat

Investasi Triwulan II-2018 Capai Rp 176 Triliun

Izin Usaha Pertambangan dan Keuangan Tak Diproses Lewat OSS

Pemerintah akan meluncurkan sistem perizinan online terpadu atau online single submission (OSS) usai Lebaran 2018. Peluncuran tersebut akan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani yakin dengan adanya sistem perizinan tersebut investasi dalam negeri dapat semakin tumbuh. Sebab, selama ini sistem perizinan masih menjadi hambatan bagi pengusaha untuk membuka investasi.

"Ini bisa menumbuhkan investasi di Indonesia. Karena ini salah satu keluhan utama bagi investor, terutama yang dari luar negeri untuk investasi masuk ke Indonesia, karena selama ini masih terus berbeda kebijakan yang ada di pemerintah pusat dan daerah," ujar dia di Jakarta, Sabtu (16/6/2018).

Ia mengharapkan sistem perizinan online terpadu ini dapat memberikan kepastian dan jadi terobosan sehingga semua terukur.

" Misalnya, izin itu harusnya berapa waktunya, berapa lama. Semuanya jadi terukur, ini juga untuk mengatasi ego sektoral di masing-masing kementerian dan lembaga," tambah dia.

Rosan menambahkan, penerapan sistem perizinan online terpadu memang tidak mudah. Sebab, daerah kadang kala masih mendahulukan kepentingan daerah dari pada kepentingan secara umum. Namun demikian, hal ini bisa diselesaikan oleh pemerintah melalui sosialisasi.

"Saya tahu di daerah ini memang banyak tarik-tarikan, banyak yang tidak rela memberikan kekuasaan mereka, tapi dengan diberikan pengertian seharusnya ini bisa memberikan pengertian bahwa ini bisa didapatkan nantinya di tempat mereka juga. Ini perlu ada pemahaman, sosialisasi, dan kebersaaman. Kalau tidak, nanti tidak kemana-mana investasi di Indonesia dan tertinggal dari negara-negara lain," ujar dia.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak