Proyek Bandara NYIA, Nilai Investasi di Kulonprogo melejit sebesar Rp. 4 Triliyun

Senin, 2 Juli 2018 14:13:08 - Oleh : Tribun Jogja

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III/2018 Turun 1,6%

DPMPT Kulon Progo dapat penghargaan dari Menteri PANRB

Pertumbuhan Investasi di DIY Hanya 1,62 Persen

Banyak Investor Mangkir, Ini pentingnya LKPM

DPMPT Kulon Progo melaksanakan Pengawasan Reklame Toko Modern di Kulon Progo

Pencapaian investasi di Kulonprogo pada triwulan pertama 2018 tertorehkan sebesar Rp5,240 triliun.

Angka ini tercatat meningkat Rp4 triliun dibanding 2017 yang hanya di level Rp1,208 triliun.

Tingginya realisasi nilai investasi itu disebutkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo, Agung Kurniawan lantaran adanya pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Untuk mega proyek itu, PT Angkasa Pura I menyetorkan dana investasi sebesar Rp4 triliun.

Diakuinya, proyek pembangunan bandara internasional tersebut menyedot perhatian investor yang kemudian dengan sigap menanamkan modalnya.

Nilai investasi di Kulonprogo dari sisi penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA) pun melonjak.

"Ini jadi dampak positif adanya pembangunan bandara. Nilai investasi yang masuk setiap tahunnya mengalami kenaikan cukup menakjubkan," jelas Agung, Minggu (1/7/2018).

Seiring kian pesatnya progres pembangunan bandara, AP I lantas menggelontorkan dananya hingga nilai investasi di Kulonprogo tercatat sebesar Rp5,240 saat triwulan pertama 2018.

Tiga perusahaan investor asal Korea Selatan pun tercatat turut meramaikan komposisi PMA.

Yakni PT Sang Khung Abadi, PT khotis Jawa Indonesia, dan PT Toto Jongko Abadi Jaya.

Ketiganya bergerak dalam industri produksi bulu mata palsu dan sarung tangan.

Saat ini, tercatat ada tujuh investor asing yang menanamkan modalnya di Kulonprogo.

Enam investor berasal dari Korea Selatan dan satu dari Australia.

Hal itu terbilang sangat bagus mengingat pada 2013 hanya ada tiga investor asing yang masuk.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak