Tujuh Hotel Berbintang Dibangun di Sekitar NYIA

Jum`at, 1 Maret 2019 10:51:47 - Oleh : Jogjapolitan(harianjogja-28/02/2018)

Kulon Progo Berkolaborasi Dalam Inovasi Di APKASI 2019

RUPM Sebagai Acuan Pembangunan Di Daerah

Kulon Progo Segera Terbitkan Perbup RTRW Jamin Investasi

MPP TERAPKAN ZONA INTEGRITAS

MPP DIPENUHI ANTREAN PANJANG

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu [DPMPT] Kabupaten Kulon Progo menyatakan pada 2018 ada tujuh hotel berinvestasi di Kulon Progo. Pembangunan New Yogyakarta International Airport [NYIA] menjadi daya tarik munculnya investasi di Bumi Binangun.

Berdasarkan data dari DPMPT Kulon Progo, total investasi yang masuk ke Kulon Progo pada tahun 2018 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 total investasi mencapai Rp. 1,6 triliun, sementara tahun 2017 total investasi mencapai Rp. 1,2 triliun.

Kepala DPMPT Kabupaten Kulon Progo, Agung Kurniawan, mengatakan tingkat investasi di Bumi Binangun meningkat salah satunya karena adanya pembangunan NYIA. "Paling tinggi investasi di tahun lalu [2018] yaitu hotel dengan jumlah investasi mencapai Rp. 194 milliar," kata Agung, Rabu (27/2).

Ia mengatakan pada 2018 ada tujuh hotel yang berinvestasi di Kulon Progo. Tujuh hotel tersebut dalam proses menyelesaikan perizinan di DPMPT Kulon Progo. "Rata-rata hotel berbintang, lokasinya hampir semuanya di Kecamatan Temon" ujar Agung.

Agung mengatakan sebelum ada NYIA, di Kulon Progo tidak ada investasi hotel berbintang. Total investasi dari NYIA yang sudah tercatat yaitu sebanyak Rp. 4,4 triliun. Menurut Agung, jumlah itu bisa bertambah mengingat pembangunan NYIA masih terus berlangsung.

Kepala Bidang Pengawasan Data dan Informasi DPMPT Kabupaten Kulon Progo, Cahyono, mengatakan dengan adanya bandara tidak hanya investasi hotel saja yang masuk, tetapi juga industri lainnya seperti industri yang terkait dengan kebandaraan dan perumahan.

"Logikanya dengan adanya bandara pasti ada multiplier effect, banyak perusahaan penunjang bandara seperti perusahaan ekspedisi, kargo, expor impor dan juga perbelanjaan yang diprediksi akan berinvestasi di Kulon Progo," ujar Cahyono.

Menurut Cahyono, ke depan setelah proyek Bedah Menoreh yang mengubungkan antara NYIA dan Kawasan Wisata Borobudur terealisasi, investasi di sektor wisata diperkirakan akan muncul. Tidak hanya hotel untuk menunjang pariwisata, tetapi juga resort.

« Kembali | Kirim | Versi cetak