Perizinan KEK Piyungan-Sentolo Dikebut

Senin, 4 Maret 2019 11:01:31 - Oleh : JogjaPolitan-HarianJogja

Kulon Progo Berkolaborasi Dalam Inovasi Di APKASI 2019

RUPM Sebagai Acuan Pembangunan Di Daerah

Kulon Progo Segera Terbitkan Perbup RTRW Jamin Investasi

MPP TERAPKAN ZONA INTEGRITAS

MPP DIPENUHI ANTREAN PANJANG

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Budi Wibowo. mengungkapkan setelah perizinan selesai, kemudian kawasan jadi dan investor bisa segera masuk setelah berkoordinasi dengan PT Yogyakarta Isti Pratama (YIP). Sedikitnya ada 16 item industri kreatif yang bisa dikembangkan di KEK, beberapa diantaranya fesyen, kuliner dan kerajinan. Industri kreatif di DIY memiliki potensi yang luar biasa untuk dikerjakan masyarakat.

"KEK yang diusulkan ini khusus untuk industri kreatif, kenapa? karena sesuai dengan sumber daya yang ada di Jogja. Saya sudah melihat dari 17 dokumen, saya sudah 82,5 persen selesai. Itu artinya, kami harus segera melengkapi agar segera operasional," ujarnya Rabu (27/2).

Setelah KEK jadil, diharapkan Gubernur DIY Sri Sultan HB X menjadi Ketua Dewan KEK, dengan wakil berasal dari bupati dimana lokasi kawasan berada.Anggotanya meliputi aparatur sipil negara (ASN) dari kabupaten.

Selain itu struktur organisasi KEK juga memiliki administrator yang berasal dari ASN berbagai sektor, terlebih KEK erat kaitannya dengan perizinan. Keistimewaan KEK adalah memudahkan investor dalam menanam modal, ekspor dan lainnya. Model KEK harapannya menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah. Pada Jumat (1/3), kembali diadakan koordinasi untuk membangun KEK pariwisata yang akan dihadirkan di parangtritis sebagai wilayah pariwisata. Presiden Joko Widodo secara khusus meminta Pemda DIY untuk menghadirkan tiga KEK pariwisata.

"Karena potensi pariwisata di DIY luar biasa, kami akan mulai di Parangtritis. Untuk KEK Piyungan di Bantu; dan Banguncipto di Kecamatan Sentolo, Kulon Progo, harapannya bisa selesai perizinan pada tahun ini," kata dia.

Dalam kerja sama, PT YIP menjadi investor inti dalam KEK. Mereka juga akan menjalin jejaring dengan investor yang senada dengan mereka. PT YIP memegang perad kontrol kualitas produk yang dihasilkan. Investor yang masuk akan bekerja sama dengan PT YIP, membangun pabrik, kemudian produk yang dikerjaan oleh masyarakat DIY ditarik ke sana, terutama selama volume ekspor para investor ini kurang. "KEK bernama KEK Priyungan--Sentolo dikelola oleh dua perseroan tetapi dengan satu kepemilikan, dikonsorsiumsikan. KEK Piyungan--Sentolo merupakan KEK yang terintegrasi," katanya.

Asisten Pembangunan dan Perekonomian setda DIY, Tri Saktiyana, menjelaskan KEK di DIY akan memiliki keunikan dibanding KEK di daerah laindi Indonesia, karena menggabungkan iptek dan pendekatan kultural yang dikelola oleh PT Sentolo Isti Pratama (SIP). Sekertariat Dewan Nasional KEK nasional, Bukhori, mengungkapkan pemerintah menyadari pembangunan KEK membutuhkan investasi yang besar, sehingga pemerintah memberikan kesempatan bagi swasta untuk mengembangkan sebuah kawasan. Namun tetap ada pembagian peran di sana dari semua pihak terlibat. Pemda mendapat peran menciptakan iklim usahayang kondusif, memberi kemudahan dalam pelayanan sekaligus penerima manfaat yang besar dari aktivitas KEK.

Direktur PT YIP dan PT SIP, Eddy Margo Gozali, menuturkan persiapan KEK hampir selesai dan diharapkan bisa segera terwujud dalam waktu dekat. Ia ingin dengan adanya KEK, maka Jogja bisa berkonribusi aktif dalam memaksimalkanpotensi di bidang perdagangan, baik di kancah nasional maupun internasional, khususnya untuk UMKM.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak