KULIAH PRAKTISI INVESTASI DI DAERAH

Senin, 13 Mei 2019 15:05:18 - Oleh : DPMPT KP

DLH Kota Probolinggo Kunjungi MPP Kabupaten Kulon Progo

Kemudahan Perizinan Meningkatkan Eksport Produk Lokal

Uji Coba Publik OSS Versi 1.1

Investasi Masih Banyak Terhambat, Begini Penjelasan Sofyan Djalil

Realisasi Investasi di Kuartal III-2019 Naik 18,4% Mencapai Rp205,7 Triliun

 

Proyek investasi merupakan suatu rencana untuk memanfaatkan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek kecil untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang. Hal ini disampaikan oleh Dr. Rizal Yaya, Ak, CA Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (10/5) dalam pengantar Kuliah Praktisi mata kuliah Akuntansi Manajemen Pemerintah Daerah, bertempat di Gedung KH. Ibrahim Lt. 5 kampus setempat.

 

"Suatu rencana investasi perlu dianalisis secara seksama," kata Rizal Yaya sambil menambahkan, setelah mengikuti Kuliah Praktisi tersebut, mahasiswa diharapkan mengetahui tentang investasi pemda, aspek kelayakan investasi, pendekatan penilaian investasi, prosedur serta analisis efektivitas biaya.

 

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Program Studi Akuntansi, Dr. Ahim Abdurrahim, M.Si, Ak, CA SAS dan dosen pengampu mata kuliah Dr. Suryo Pratolo, SE, M.Si, Ak, CA.

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo Agung Kurniawan, S.IP, M.Si sebagai narasumber Kuliah Praktisi tersebut menjelaskan bahwa investasi bertujuan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja, kemampuan daya saing dunia usaha, pengembangan ekonomi kerakyatan, mengolah ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Bagaimana upaya penguatan investasi di daerah? Agung Kurniawan menyebutkan tiga hal, yaitu fokus investasi komoditi unggulan daerah, lokasi yang bebas masalah dan sesuai tata ruang dan sesuai master plan daerah jangka menengah dan panjang. Strategi pengembangan investasi di daerah, dituangkan dalam Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) sebagai panduan kebijakan yang secara garis besar meliputi arah kebutuhan investasi, promosi dan fasilitasi investasi.

 

Di akhir paparan, Agung Kurniawan menyambut baik adanya Kuliah Praktisi, serta mengapresiasi mahasiswa yang tampak antusias mendiskusikan materi tersebut, antara lain dampak investasi pemerintah seperti penggusuran, alih fungsi lahan dan alih profesi petani yang kehilangan lahan, dasar kebijakan investasi pemerintah, bagaimana daerah minim potensi mengembangkan investasi, manajemen konflik studi kasus bandara baru, kebijakan pemerintah pro UMKM, dampak lingkungan akibat maraknya investasi seperti pembangunan hotel yang mengancam sumber air tanah.

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak