6 Hotel Baru Susul Bandara Yogyakarta

Di tengah pandemi COVID-19, pengembangan infrastruktur penunjang tetap tumbuh menyusul Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Satu hotel baru beroperasi di Kulon Progo, sedangkan lima hotel lain dalam proses pembangunan dan pengurusan izin.

“Nantinya ada enam hotel berbintang. Satu sudah beroperasi,”kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon progo Agung Kurniawan, dihubungi dari Yogyakarta, Kamis (27/8/2020).

Hotel bintang tig aitu berlokasi di dalam Kawasan BIY dan dikelola PT Angkasa Pura. Hotel anak perusahaan PT Angkasa Pura I itu beroperasi sejak April 2020.

BIY merupakan bandara baru di DIY, menggantikan Bandara Internasional Adisutjipto di Kabupaten Sleman. Bandara yang berlokasi di Kecamatan Temon itu beroperasi penuh sejak 29 Maret 2020. Hari ini, Jumat (28/8/2020), Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan BIY.

Data DPMPT Kulon Progo, enam hotel berbintang itu nantinya punya total 843 kamar. Total nilai investasinya Rp 2,5 triliun. “Dari enam hotel itu, lima diantaranya di Kecamatan Temon dan satu hotel di Kecamatan Pengasih,” paparnya.

Meskipun saat ini tengah pandemi COVID-19, para investor hotel tetap berniat melanjutkan investasinya. Itu diharapkan turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi, termasuk menyerap banyak tenaga kerja yang berdampak pada ribuan orang di Kulon Progo.

Menurut data Badan Pusat Statistik DIY, hingga 2019, tidak ada hotel berbintang di Kulon Progo. Adapun hotel melati dan penginapan lain sebanyak 26 unit.

Keberadaan BIY juga mendorong tumbuhnya resto atau rumah makan di Kulon Progo. Data yang ada, kata Agung, di kabupaten itu sekitar 85 resto. “Tapi tidak semua di sekitar bandara,” ujarnya.

Kunjungan Wisatawan

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono C menyatakan, keberadaan BIY pasti akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke provinsi itu. Namun, saat ini belum bisa dirasakan karena pandemi.

Beradaptasi dengan wabah, Pemerintah Provinsi DIY menyiapkan sejumlah langkah, salah satunya membuat aplikasi Jogja Pass untuk mendata para wisatawan dan tamu yang masuk ke DIY. Aplikasi itu untuk memudahkan penelusuran kontak jika ada wisatawan yang diketahui positif COVID-19.

Secara terpisah, Sekertatis Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, BIY memang diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di DIY. Pertumbuhan itu tidak hanya berasal dari kunjungan wisatawan, tetapi juga kunjungan para pebisnis yang dating ke DIY.

“Dengan adanya BIY, nanti pasti ada pertumbuhan di sekitar BIY dan wilayah sekitarnya menjadi kota satelit. Jadi, fasilitas-fasilitas penunjang, seperti hitel, juga dibutuhkan. Bukan hanya untuk tamu, melainkan juga untuk awak pesawat,” kata Kadarmanta.