Transformasi Birokrasi melalui Pelayanan Publik

Transformasi birokrasi adalah perubahan perilaku birokrat yang memberi kesadaran baru, pemerintah dibentuk tidak untuk melayani dirinya sendiri tetapi untuk melayani rakyat.
Hal ini ditegaskan oleh Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo saat menjadi narasumber Pelatihan "Cerdas Nurani" yang diadakan oleh Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Kulon Progo bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan SDM Orbit Semesta Jogja, beberapa waktu yang lalu di Wisma Dharmais Pengasih.
"Transformasi birokrasi mengubah posisi dan peran dalam memberikan pelayanan publik," kata Hasto Wardoyo, yaitu dari yang suka mengatur dan memerintah menjadi suka melayani. Dari yang suka menggunakan pendekatan kekuasaan, menjadi suka menolong menuju ke arah yang lebih fleksibel dan dialogis, dan dari cara-cara sloganis menuju cara-cara kerja realistis yang hasilnya bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
Akar konsep birokrasi, menurut Hasto Wardoyo adalah memberikan pemahaman bahwa aparat pemerintah adalah pelayan rakyat. "Birokrasi harus memihak rakyat dan berorientasi kepentingan rakyat," tegasnya.
Pelatihan yang diikuti sebanyak 50 karyawan BPMPT Kulon Progo ini bertujuan untuk membangun budaya kerja untuk mengoptimalkan mutu pelayanan publik, dari segi efisiensi dan efektifitas, termasuk membangun komitmen bersama pelayanan prima yang bersih KKN. Direktur Orbit Semesta Jogja Edhi Wicaksono mengatakan, pelatihan ini menginternalisasi visi, misi dan nilai budaya kerja serta memberikan makna bekerja sebagai ibadah bagi setiap individu. Selain itu memberikan kemampuan bagi leaders untuk menjadi role model dalam pembangunan budaya kerja.
Pelatihan sehari ini menggunakan metodologi seperti lecture, sharing, cases class and working group discussion, multi media, games dan role play.
Kepala BPMPT Kulon Progo Agung Kurniawan mengaku merasakan manfaat adanya pelatihan yang menggabungkan pelajaran di kelas dengan model edukasi rekreatif, sehingga karyawan dapat refreshing dan bebas dari rutinitas pekerjaan sehari-hari, sekaligus peningkatan kompetensi karyawan secara berkesinambungan.
Menurut Agung Kurniawan, pelatihan ini sangat penting karena setiap peserta dapat mengembangkan baik pengetahuan (knowledge) maupun ketrampilan teknis (skill) yang akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pekerjaannya.