Profil Daerah

 

KONDISI UMUM

Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu kabupaten dari lima kabupaten/kota di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian barat. Batas Kabupaten Kulon Progo di sebelah timur yaitu Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah, di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah dan di sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia.

Kabupaten Kulon Progo dengan ibu kota Wates memiliki luas wilayah 58.627,512 ha (586,28 km2), terdiri dari 12 kapanewon 87 kalurahan, 1 kelurahan dan 918 dukuh.

Jumlah penduduk Kulon Progo Tahun 2020 adalah 436.395 jiwa, dengan penduduk laki-laki sebanyak 216.167 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 220.228 jiwa.

Kabupaten Kulon Progo dilewati prasarana perhubungan yaitu jalan Nasional sepanjang 28,32 Km, Jalan Provinsi sepanjang 175,14 Km, dan Jalan Kabupaten sepanjang 667,75 Km. Jalur Kereta Api di Kabupaten Kulon Progo sepanjang kurang lebih 25 Km. Selain itu Kabupaten Kulon Progo juga dilewati Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) sepanjang 29,704 Km. Jalur Bedah Menoreh akan menghubungkan Yogyakarta International Airport dan Borobudur dengan panjang 53 Km. Hampir sebagian besar wilayah di Kabupaten Kulon Progo dapat dijangkau dengan menggunakan transportasi darat.

GEOGRAFIS

Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu dari lima kabupaten/kota di propinsi D.I Yogyakarta yang terletak paling barat, dengan batas wilayah sebagai berikut:
Barat    : Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah.  
Timur   : Kabupaten Sleman dan Bantul Prop. D.I. Yogyakarta
Utara    : Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. 
Selatan : Samudera Hindia  

Batas topografi :
Barat     : 1100 Bujur Timur/E. Longitude 1' 37"
Timur    : 1100 Bujur Timur/ E. Longitude 16' 26"
Utara     : 70 Lintang Selatan/S. Latitude 38' 42"
Selatan  : 70 Lintang Selatan/S. Latitude 59' 3"

 

Kabupaten Kulon Progo mempunyai kondisi geografis:

  • Bagian utara merupakan dataran tinggi/ perbukitan Menoreh dengan ketinggian 500 – 1.000 m dari permukaan laut. Meliputi Kapanewon Girimulyo, Nanggulan, Kalibawang, dan Samigaluh.
  • Bagian tengah merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100 – 500 m di atas permukaan air laut. Meliputi Kapanewon Sentolo, Pengasih, dan Kokap.
  • Bagian selatan merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0 – 100 m dari permukaan air laut. Meliputi Kapanewon Temon, Wates, Panjatan, Galur, dan Lendah.

 

EKONOMI

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kulon Progo tahun 2020 sebesar Rp254.422.026.357,32 Terdiri dari pajak daerah Rp80.314.805.810,86, retribusi daerah Rp8.877.076.277,97, dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp12.652.222.287,37 serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp152.577.921.981,12.

PAD di tahun 2020 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp16.545.221.151,15 atau 1,07%. Sedangkan dana perimbangan tahun 2020 sebesar Rp949.989.624.014,00 mengalami penurunan dibanding tahun 2019 sebesar Rp89.956.157.322,00.

Pendapatan Perkapita Penduduk tahun 2020 sebesar 26,82 juta rupiah.

 

RENCANA TATA RUANG DAN WILAYAH

Penataan ruang wilayah dalam RTRW Kabupaten Kulon Progo Tahun 2012-2032 (Perda No. 1 Tahun 2012) bertujuan mewujudkan Kabupaten Kulon Progo sebagai basis komoditas pertanian didukung pariwisata, pertambangan, serta industri bahari dengan mensinergikan wilayah. Penetapan kawasan strategis Kabupaten berdasarkan arahan RTRW Kabupaten Kulon Progo, terdiri atas:

  1. Bidang pertumbuhan ekonomi, terdiri atas:
    1. Kawasan strategis koridor yang menghubungkan Temon – Wates –Yogyakarta;
    2. Kawasan strategis ekonomi berada di Kapanewon Galur, Lendah, dan Sentolo;
    3. Kawasan Industri Sentolo, meliputi :
      • Kalurahan Banguncipto, Kalurahan Sentolo, Kalurahan Sukoreno, Kalurahan Salamrejo, dan Kalurahan Tuksono berada di Kapanewon Sentolo; dan
      • Kalurahan Ngentakrejo dan Kalurahan Gulurejo berada di Kapanewon Lendah.

    1. Kawasan Agropolitan, meliputi :
      • Kapanewon Kalibawang; dan
      • Kapanewon Temon.
    1. Kawasan Minapolitan dengan luas kurang lebih 7.160 (tujuh ribu seratus enam puluh) hektar, meliputi :
      • Kapanewon Wates; dan
      • Kapanewon Nanggulan
  1. Bidang pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tinggi meliputi
    1. Kawasan strategis pertambangan pasir besi di wilayah pantai,meliputi :
      • Kapanewon Temon;
      • Kapanewon Wates;
      • Kapanewon Panjatan; dan
      • Kapanewon Galur.
    2. Kawasan pembangkit listrik tenaga angin dan gelombang laut di pantai selatan.
  2. Bidang fungsi dan daya dukung lingkungan meliputi
    1. penyelamatan Penyu di Pantai Bugel Kapanewon Panjatan sampai dengan Pantai Trisik Kapanewon Galur; dan
    2. gumuk pasir di sepanjang Pantai Trisik Kapanewon Galur.

  3. Bidang pengembangan pesisir dan pengelolaan hasil laut
    1. Pantai Trisik;
    2. Pantai Karangwuni;
    3. Pantai Glagah; dan
    4. Pantai Congot.

  4. Bidang pelestarian sosial budaya meliputi
    1. Makam Keluarga Pakualaman Girigondo; dan
    2. Monumen Pabrik Gula Karangsewu.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kulon Progo dapat klik di sini.